h1

UPGRADING YOURSELF

May 6, 2011

Pada tahun 1995, aku adalah fresh graduate dari akademi sekretaris, yang diterima bekerja sebagai seorang secretary to the managing director, di sebuah biro perjalanan wisata. Pimpinannya adalah orang yang tegas, disiplin, sedikit temperamental dan perfeksionis. Apalagi ditambah jabatan beliau di beberapa asosiasi bisnis maupun pariwisata, mengharuskan aku menjadi sekretaris yang cekatan dan selalu tanggap.

Tugas pertamanya saat itu langsung meng-handle acara International Kite Festival. Ternyata pelaksanaan ini adalah yang kedua kalinya. Sekretaris yang terdahulu rupanya tidak meninggalkan arsip-arsip yang memadai berkenaan dengan hal-hal tersebut. Selama satu bulan penuh, aku berjibaku dengan persiapannya. Benar-benar diluar dugaan, karena belum tahu seluk beluk menangani sebuah event bertaraf internasional. Aku berusaha belajar cepat agar tidak mengecewakan pimpinan, sekaligus ingin memberikan kesan pertama yang baik atas kemampuan sebagai sekretaris. Benar-benar all in. Singkat kata, syukurlah semua berjalan sukses dan pimpinan merasa puas.

Selang beberapa bulan, aku mulai bisa memahami ritme kerjanya. Semakin cepat ia menyelesaikan suatu perkerjaan, maka akan segera disusul dengan program kerja atau proyek baru. Salah satunya adalah program pelatihan pemasaran pariwisata bagi manajer yang diselenggarakan oleh dirjen pariwisata. Tanpa ku duga, pimpinan mengutusnya untuk mengikuti pelatihan tersebut. Aku heran, padahal pelatihan itu khusus diikuti oleh marketing manager. Tanpa bisa protes, aku tetap berangkat, walau dengan segudang keraguan.

Dugaanku tepat. Materi yang diberikan benar-benar hal baru bagiku. Beberapa peserta juga tidak mengira, aku seorang sekretaris. Lama kelamaan aku tertantang. Perusahaan sudah membiayaiku ikut pelatihan ini dengan biaya yang tidak murah, karena nantinya aku akan mendapatkan sertifikat nasional dengan kemampuan tersebut. Paling tidak, nilainya tidak memalukan, ketika akhirnya sertifikat itu bisa kubawa pulang.

Semakin lama, aku menerima tugas-tugas diluar kewenangan seorang sekretaris. Sebenarnya aku ingin sekali protes, tapi entah mengapa, tak sanggup. Aku hanya merasa, pimpinan benar-benar ingin memberdayakan kemampuanku, diluar lingkup dunia kesekretariatan. Ketika hal ini didiskusikan dengan orang tuaku, mereka mendukung dan berharap aku mendapatkan banyak pengalaman yang berharga. Benar juga.

Aku terus belajar meningkatkan kemampuan diri. Kalau bidang administrasi dan kesekretariatan, pastinya sudah mahir, apalagi didukung oleh ijazah resmi dari akademi. Saatnya aku mulai membuka wawasan tentang kepariwisataan, lengkap dengan semua hal-hal yang mendukungnya. Tak kurang dari 3 tahun, sertifikat ticketing internasional dan domestik sudah dikantongi. Ijazah kemampuan berbahasa Italia dan Jerman pun sudah ditangan.

Akhirnya timbul tekad dalam diriku untuk tidak akan mengecewakan perusahaan, terutama pimpinan yang sudah berbaik hati selalu memberikan kesempatan-kesempatan berharga, yang mungkin nantinya akan berguna bagi tugas-tugas selanjutnya. Terakhir, aku mengambil kuliah jurusan desain  grafis selama 1 tahun. Selain karena aku mempunyai minat terhadap rancang grafis, juga untuk mengakomodasi kebutuhan akan pembuatan materi-materi promosi pariwisata, yang sering ku buat.

Sepatutnya aku bersyukur, memiliki lingkungan kantor yang sangat kondusif dan saling mendukung bisa mengembangkan diri tanpa mengabaikan tugas-tugas di kantor. Aku terbentuk menjadi orang yang selalu haus akan ilmu. Dan ternyata setelah bekerja selama 10 tahun di biro perjalanan wisata itu, aku telah menjadi seorang sekretaris plus-plus. Hee … plus ilmunya, plus pengalamannya.

Hmm … sungguh menyenangkan bisa berkesempatan untuk selalu mengembangkan diri. Apapun itu. Asal jangan malas… Hmm … kursus jahit yuuk …

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started